Tampilkan postingan dengan label Pemilu 9 April 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu 9 April 2014. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2013

Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014

Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014
Bendera Indonesia

2009 ← 9 Juli 2014 → 2019

Indonesia provinces blank map.svg

Presiden sebelum pemilu
Susilo Bambang Yudhoyono
Demokrat
Presiden terpilih
TBD
Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia berikutnya akan diselenggarakan pada tahun 2014. Ini akan menjadi pemilihan presiden langsung ketiga di Indonesia, dan bagi presiden yang terpilih akan mempunyai jabatan tersebut pada jangka waktu sampai lima tahun. Kewajiban Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara konstitusional dilarang ikut untuk ketiga kalinya dalam pemilu.[1][2]

Sistem Pemilu 2014

Indonesia akan memakai e-voting dengan harapan menerapkan sebuah sistem baru dalam pemilihan umum.[3] Keutamaan dari penggunaan sistem e-voting adalah Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang diharapkan akan segera disiapkan pada tahun 2012 secara nasional dan telah dicoba di enam kabupaten/kota yakni Padang (Sumatera Barat), Denpasar (Bali), Jembrana (Bali), Yogyakarta, Cilegon (Banten) dan Makassar (Sulawesi Selatan).[4]

Telah Deklarasi

Calon Kandidat

Survei

Poll source Date Highlights
Tim Pusat Data Bersatu[20] 6 Februari, 2013 Elektabilitas: Joko Widodo 21.2%, Prabowo Subianto 18.4%, Megawati Sukarnoputri 13%; Rhoma Irama 10.4%, Aburizal Bakrie 9.3%
Rakyat Kaskus Memilih[21] 23 - 25 April, 2013 Elektabilitas: Joko Widodo 49% , Prabowo Subianto 18%, Dahlan Iskan 8%, Jusuf Kalla 5%, Mahfud MD 5%, lainnya kurang dari 3% tidak di-list disini
Pol Tracking Institute[22] 5 Mei, 2013 Elektabilitas: Joko Widodo 82.54%, Tri Rismaharini 76.33%, Fadel Muhammad 70.38%, Syahrul Yasin Limpo 70.31%, Isran Noor 70.14%, Gamawan Fauzi 70.01%, Agustin Teras Narang 69.93%, Herry Zudianto 69.78%
Center of Strategic and International Studies (CSIS)[23] 26 Mei, 2013 Elektabilitas: Joko Widodo 28.6%, Prabowo Subianto 15.6%, Aburizal Bakrie 7.0%, Megawati Soekarnoputri 5.4%, Jusuf Kalla 3.7%, Mahfud MD 2.8%, Hatta Rajasa 2.2%
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)[24] 27 Juni, 2013 Elektabilitas: Joko Widodo 22.6%, Prabowo Subianto 14.2%, Aburizal Bakrie 9.4%, Megawati Soekarnoputri 9.3%, Jusuf Kalla 4.2%, Rhoma Irama 3.5%, Wiranto 3.4%, Mahfud MD 1.9%
Indonesia Research Center (IRC)[25] 28 Juni, 2013 Elektabilitas: Joko Widodo 24.8%, Prabowo Subianto 14.8%, Aburizal Bakrie 7.95%, Megawati Soekarnoputri 5.5%, Wiranto 3.9%, Mahfud MD 3.7%, Dahlan Iskan 3.5%, Rhoma Irama 2.7%
Indonesia Research Center (IRC)[26] 15 Juli, 2013 Elektabilitas: Joko Widodo 34.2%, Prabowo Subianto 8.2%, Wiranto 6.7%, Dahlan Iskan 6.3%, Megawati Soekarnoputri 6.1%, Jusuf Kalla 3.7%, Aburizal Bakrie 3.2%, Mahfud MD 2.8%
Lembaga Survei Nasional (LSN)[27] 16 Juli, 2013 Elektabilitas: Joko Widodo 68.1%, Megawati Soekarnoputri 14.9%, Puan Maharani 1.9%, Rano Karno 1.4%, Rieke Diah Pitaloka 1.4%, Ganjar Pranowo 1.1%, Pramono Anung 1.1%, Budiman Sudjatmiko 0.9%
Tim Pusat Data Bersatu[28] 17 Juli, 2013 Elektabilitas: Joko Widodo 29.57%, Prabowo Subianto 19.83%, Megawati Soekarnoputri 13.08%, Aburizal Bakrie 11.62%, Jusuf Kalla 5.47%, Wiranto 3.59%, Hatta Rajasa 1.2%, Mahfud MD 1.2%
Soegeng Sarjadi School of Government[29] 24 Juli, 2013 Elektabilitas: Joko Widodo 25.48%, Prabowo Subianto 10.52%, Jusuf Kalla 5.69%, Aburizal Bakrie 4.23%, Dahlan Iskan 4.14%, Mahfud MD 2.72%, Megawati Soekarnoputri 2.68%, Wiranto 1.18%, Hidayat Nur Wahid 1.02%


Minggu, 10 November 2013

LOGO PARTAI HATI NURANI RAKYAT (HANURA)

LOGO PARTAI HATI NURANI RAKYAT (HANURA)















LAMBANG DAN MAKNA PARTAI HANURA

 
 

Rabu, 06 November 2013

SOSOK H. ASLAM MAHROM,ST.SE

SOSOK H. ASLAM MAHROM,ST. SE



H. Aslam Mahrom, ST. SE

MOTTO :
* BERSIH PEDULI TEGAS
* KERJA KERAS KERJA CERDAS KERJA IKHLAS

VISI :
"Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan"

SEJAK Tahun 2007 hingga sekarang, pria kelahiran Nikan, 18 Oktober 1969 terjun ke Dunia Politik. Ayah tiga anak masing-masing M Khifzhon Azwar, M Palar Wijaya dan M Ashril Mahardika ini terpincut ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) karena mengagumi sosok Wiranto yang tegas, jujur, berwibawa dan tidak terlibat korupsi.
Berkat keuletannya, suami Hj Alma Sundari SPd Msi, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sumsel. Selanjutnya tahun 2013, H Aslam Mahrom memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi pada partai, lulusan Unanti menjabat Sekjen DPD Partai Hanura Sumsel.
“Saya dua kali ini mencalonkan anggota dewan,” ucap warga Blok A 2 No 10 Perumnas Nikan saat ditemui Harian Silampari di Hotel City, Selasa (10/9).
Belajar dari keberhasilan yang tertunda, sambung pria yang mengeyam pendidikan SDN 102, SMPN 13, SMAN 10 Palembang, tentu memiliki modal strategi dan taktik jitu untuk menarik simpati masyarakat agar kembali mendukung pada Pemilu 2014. “Sejak menjadi anggota partai, saya sering bolak balik Palembang ke Musi Rawas dan Lubuklinggau, untuk membaur dengan masyarakat sehingga memahami keluhan yang dihadapi,” jelasnya.
Pada Pemilu 2014 mendatang, H Aslam Mahrom mencalonkan diri di tingkat DPRD Provinsi Sumsel Dapil 8, Lubukinggau-Musi Rawas. Pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini melihat kondisi masyarakat pedesaan di Musi Rawas, Muratara dan sebagian Lubuklinggau perlu ditingkatkan taraf hidupnya. Caleg Propinsi Sumsel ini memiliki berbagai program unggulan yang siap diluncurkan pada Harian Silampari, salah satunya meningkatkan dana stimulan Pemerintah Provinsi Sumsel kepada Musi Rawas.
“Saya mengamati program pemerintah belum maksimal dinikmati masyarakat. Jadi, saya bila terpilih tidak berjanji namun akan membuktikan sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan aspirasi supaya taraf hidup masyarakat pedesaan lebih maju,” jelas Aslam Mahrom.
Salah satu contoh konkrit dalam peningkatan taraf hidup masyarakat, yaitu memberikan stimulan yang lebih besar dan merata khususnya di pedesaan dan umumnya di Kelurahan. “Kalau petani, kita akan perjuangkan akan mendapatkan bantuan bibit padi atau karet sehingga dapat mengembangkan perekonomiannya, dan masih banyak lagi program pro rakyat,” tuturnya. (HS-ags)

HATI NURANI MEMBERANTAS KORUPSI

HATI NURANI MEMBERANTAS KORUPSI


PROFILE HANURA

PROFILE HANURA



Rabu, 30 Oktober 2013

Korelasi Antara Partai Bersih dan Hati Nurani...


Saleh Husin, SE, M.Si Sekretaris Fraksi Partai Hanura
 
"Tidak mudah menjaga 1.000 orang anggota legislatif Partai Hanura agar tetap bersih, namun peran Pak Wiranto yang secara langsung mengawasi kader-kadernya terbukti ampuh hingga saat ini"
Kerja keras Partai Hanura selama hampir 7 tahun ini sudah terasa hasilnya. Berbagai lembaga survei dan Mensekab Dipo Alam telah menyebutkan Partai Hanura sebagai partai politik yang bersih dari korupsi. Menanggapi hal tersebut, banyak rakyat yang menilai Partai Hanura sukses menjaga kebersihan partai karena jumlah anggota DPR yang baru 17 orang, dan tidak terlibat di aktivitas pemerintahan.
Menjawab opini tersebut, dapat kami sampaikan disini bahwa anggota legislatif dari Partai Hanura se-Indonesia hampir 1.000 orang, yang berada di DPR-RI, DPRD I dan DPRD II. Tentunya tidak mudah menjaga 1.000 orang tersebut agar tetap bersih, namun peran Pak Wiranto yang secara langsung mengawasi kader-kadernya terbukti ampuh hingga saat ini.
Apa yang telah dilakukan oleh kader-kader Partai Hanura, baik yang di legislatif maupun yang di tempat lain cukup baik dan masih tetap dalam koridor. Hal ini disebabkan oleh manajemen disiplin dan tertib administrasi yang diterapkan Ketua Umum, Wiranto, dengan mengedepankan semangat hati nurani terbilang efektif.
Tentu harapan kami, hal ini dapat terus berlangsung walaupun jumlah kursi di dewan bertambah banyak, maupun ketika Partai Hanura dipercaya untuk berkuasa pada pemilu 2014 nanti. Ini dikarenakan sistem dan pola manajemen yang dibangun sudah tepat sehingga stigma bersih yang ada pada Hanura akan terus dipertahankan.
Seperti yang sering diungkapkan oleh Pak Wiranto, masalah yang sering terjadi di negeri ini bukan karena bisa atau tidak, namun lebih kepada mau atau tidak. Jika kita mau, maka kita pasti bisa. Kemauan itulah yang telah dibuktikan oleh Partai Hanura di bawah sosok kepemimpinan seorang Wiranto.
Hati nurani, walau terdengar sepele namun berfungsi sebagai penjaga akhlak dan moral manusia. Kekuasaan dan jabatan jika tidak dipagari oleh hati nurani, maka tidak ada lagi yang mampu menghalangi manusia untuk terjerumus ke dalam tindak kesalahan.
Jika dalam skala kecil Partai Hanura telah terbukti berhasil menjadi partai yang bersih, bukan tidak mungkin kita mampu membuat terobosan yang lebih besar lagi ke depannya dalam gerakan perubahan berdasarkan hati nurani.

Senin, 28 Oktober 2013

UNTUK PEMILU 9 APRIL 2014

  H. Aslam Mahrom, ST. SE


MOTTO :

* BERSIH PEDULI TEGAS

* KERJA KERAS KERJA CERDAS KERJA IKHLAS

 

  VISI :

"Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan"

 

Pada Pemilu 2014 mendatang, H Aslam Mahrom mencalonkan diri di tingkat DPRD Provinsi Sumsel Dapil 8, Lubukinggau-Musi Rawas. Pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini melihat kondisi masyarakat pedesaan di Musi Rawas, Muratara dan sebagian Lubuklinggau perlu ditingkatkan taraf hidupnya. Caleg Propinsi Sumsel ini memiliki berbagai program unggulan yang siap diluncurkan pada Harian Silampari, salah satunya meningkatkan dana stimulan Pemerintah Provinsi Sumsel kepada Musi Rawas.
“Saya mengamati program pemerintah belum maksimal dinikmati masyarakat. Jadi, saya bila terpilih tidak berjanji namun akan membuktikan sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan aspirasi supaya taraf hidup masyarakat pedesaan lebih maju,” jelas Aslam Mahrom.
Salah satu contoh konkrit dalam peningkatan taraf hidup masyarakat, yaitu memberikan stimulan yang lebih besar dan merata khususnya di pedesaan dan umumnya di Kelurahan. “Kalau petani, kita akan perjuangkan akan mendapatkan bantuan bibit padi atau karet sehingga dapat mengembangkan perekonomiannya, dan masih banyak lagi program pro rakyat,” tuturnya. (HS-ags)

SEJAK Tahun 2007 hingga sekarang, pria kelahiran Nikan, 18 Oktober 1969 terjun ke Dunia Politik. Ayah tiga anak masing-masing M Khifzhon Azwar, M Palar Wijaya dan M Ashril Mahardika ini terpincut ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) karena mengagumi sosok Wiranto yang tegas, jujur, berwibawa dan tidak terlibat korupsi.
Berkat keuletannya, suami Hj Alma Sundari SPd Msi, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sumsel. Selanjutnya tahun 2013, H Aslam Mahrom memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi pada partai, lulusan Unanti menjabat Sekjen DPD Partai Hanura Sumsel.
“Saya dua kali ini mencalonkan anggota dewan,” ucap warga Blok A 2 No 10 Perumnas Nikan saat ditemui Harian Silampari di Hotel City, Selasa (10/9).
Belajar dari keberhasilan yang tertunda, sambung pria yang mengeyam pendidikan SDN 102, SMPN 13, SMAN 10 Palembang, tentu memiliki modal strategi dan taktik jitu untuk menarik simpati masyarakat agar kembali mendukung pada Pemilu 2014. “Sejak menjadi anggota partai, saya sering bolak balik Palembang ke Musi Rawas dan Lubuklinggau, untuk membaur dengan masyarakat sehingga memahami keluhan yang dihadapi,” jelasnya.


 

 MOHON DOA DAN DUKUNGANNYA

Terima kasih....

BAGIKAN

Translate